<xmp> <!-- --></head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=3417621409964018008&amp;blogName=berbicara.pada.diam&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://berbicara-pada-diam.blogspot.com/search&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http://berbicara-pada-diam.blogspot.com/&amp;vt=5474778693715556531" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div> </xmp>

belajar
Senin, 23 Agustus 2010

diam, saya sedang belajar lagi hari ini. belajar menerima bahwa kemampuan kita sebagai manusia hanya sebatas kecil. jangankan berkuasa atas kehendak Tuhan, berkuasa atas kehendak manusia yang lainnya saja, sama sekali tidak.

kadang diam, kita ditempatkan pada posisi yang berat bagi orang lain. namun kadang lagi, orang lain yang memberatkan posisi kita.

Tuhan ingin kita belajar dan terus belajar. Tuhan ingin kita belajar ikhlas. Tuhan ingin kita menyadari, bahwa kita hanya manusia lemah yang tak kuasa apa-apa. Tuhan ingin menguji kita, apakah kita mau belajar dari tanda-tanda yang Dia berikan melalui berbagai macam hal dan berbagai macam cara.

diam, semua orang pasti pernah sedih. sedih yang saya alami saat ini sungguh tidak seberapa, dibandingkan sedihnya orang-orang yang lain. jadi diam, yuk kita belajar. belajar memaknai hidup ini dengan penuh hikmah yang mendewasakan. semoga kita senantiasa lulus, lulus, dan terus lulus. aamiin.

0 comments
19:30


lelah
Jumat, 23 Juli 2010

sulit untuk tidak menghakimi diri sendiri saat ini. toh, tidak ada yang bisa dihakimi memang. jadi, siapa lagi? tidak takdir, tidak juga ikhtiar yang salah langkah, mungkin. saya hanya lelah, diam. ingin pergi bersendirian. menunggu semuanya kembali lagi menyenangkan seperti biasanya. hidup saya indah. jadi, kenapa harus mengeluh bila sedikit lelah? sekali lagi, saya hanya sedang lelah.

0 comments
04:08


bosan
Jumat, 21 Agustus 2009


diam, bosan ya? bila tidak ada yang bisa kita ajak bicara. atau saat tak ada yang matanya menatap kita dengan penuh makna. atau bahkan saat kita melihat dedaunan di pohon yang diam tak menari. lalu kita hanya bangun dan lalu tidur lagi dan lalu bangun lagi, begitu seterusnya.

diam, aku ingin tersenyum dan tertawa. lalu aku tersenyum padamu dalam wujud layar laptop di kesendirianku. orang pasti pikir aku sudah gila. tapi tidak, karena aku masih menyadari, bahkan mungkin saat hanya hitam atau putih yang terlihat, masih ada begitu banyak hal yang patut disyukuri.

0 comments
01:50


Puisi Kanak-kanak Palestina
Selasa, 10 Februari 2009

ayam punya rumah
rumahnya rumah yang indah
kelinci punya rumah
rumahnya.. lubang di dalam tanah
kuda punya rumah
rumahnya sangat indah
seindah lautan dan samudra

kucing gemar berkeliaran, sepanjang jalan
tapi seliar-liarnya kucing
dia punya rumah juga yang dibanggakan

burung punya rumah
nama rumahnya sarang burung yang indah
setiap makhluk punya rumah dan kampung halaman

karena rumah itu di kampung halaman
adalah tempat orang.. mendapat keteduhan yang damai, yang bahagia

orang palestina, tidak berumah
tidak berkampung halaman
kemah dan bangunan yang didiaminya kini
bukan rumahnya sendiri
bukan kampung halamannya sendiri

di mana rumah orang palestina?
di mana kampung halaman orang palestina
di PALESTINA
tapi.. sekarang.. dia.. tidak tinggal di sana
kampung halaman.. orang palestina..
dirampas.. musuhnya
siapa musuh.. orang palestina?
adalah.. orang.. yang.. merampas..
kampung halamannya

bagaimana cara.. orang palestina.. mendapatkan lagi..
rumahnya sendiri?

hanya dengan senjata
orang palestina bisa
mendapatkan rumahnya
dan kampung halamannya
kembali...

orang palestina akan pulang kampung
bagi orang palestina
kampung halamannya
adalah punya mereka!



diterjemahkan oleh Taufik Ismail
dari buku kanak-kanak bergambar (tanpa nama)


**
**

Label:


0 comments
02:24


tidak boleh rindu
Senin, 19 Januari 2009

aku, rindu.

dia, terasa begitu jauh.

hanya bisa kupandangi di tempat yang mungkin tak akan pernah bisa kugapai.

tidak boleh, diam.

tidak boleh rindu.

**
**

Label:


0 comments
09:36


menunggu
Kamis, 15 Januari 2009

mengapa? kalian selalu merasa, kesulitan menghubungi Tuhan?

merasa, harus menjadi orang yang banyak pulsa, untuk bisa meneleponNya?

atau, harus menghubungi sekretarisnya, untuk bisa menjumpaiNya?

bahkan, harus banyak amal dulu, untuk bisa menghadapNya?


aku mengira, Dia ada di sana. menunggu kita, untuk menghampiriNya. atau mungkin, sekedar menoleh padaNya. karena seringkali, kita lupa kalau Dia ada. mungkin.

Dia bahkan tak pernah peduli, kita punya handphone atau tidak, untuk bisa berbicara padaNya. atau harus menunggu lama, menanti jawabanNya?

bahkan bila kau analogikan pulsa itu dengan amalmu, Tuhan tidak pernah punya sifat belagu.

karena kapanpun kita menoleh padaNya, kapanpun kita menghampiriNya, miskin, kaya, tampan, atau buruk rupa, bahkan, dengan jiwa raga berlumuran dosa, Dia akan tetap ada di sana. menunggu. setiap waktu. selalu.

**
untuk seorang anak kecil, yang berotak besar, bersemangat besar, dan yang paling penting, berhati besar. i love you.

**
**

Label:


0 comments
21:23


semut

diam, aku ingin bercerita. suatu hari, yang cerah pasti, aku pergi ke rumah kakak. kami saling bercerita, bercengkrama, dan akur tak seperti biasanya. tak lama, entah mengapa, aku lupa, kita semua memutuskan untuk pergi ke garasi. dan semua kaget sekali. ada serombongan semut, banyak sekali. mereka menyebar, sama sekali bukan berbaris rapi.

kakak: ya ampuuun, banyak amat semutnyaaa.. ambil baygon!
aku: eh, eh, biar aja, nanti juga pergi sendiri, dia pindah rumah, mungkin
kakak: iya, itu dia! pindah ke dalem rumah, atau ke dalem mobil. ini gak bisa dibiarin!

kakak masuk ke dalam rumah. saat dia keluar lagi, ditangannya sudah tergenggam kaleng baygon warna hijau. tak lama, terdengar suara. aku, memalingkan muka.

sssssssssshhhhh....

bau baygon mengudara. andai aku dapat mendengar jeritan mereka. nafas mereka yang satu-satu dan lalu hilang. atau, entahlah.

kupalingkan wajah perlahan. mereka semua mati. terbujur, kaku.

diam, kadang kita begitu. menjadi semut, atau menjadi kakak.

entahlah siapa yang salah. aku? atau kau? yang pasti, kau baru saja menyemprotkan baygon, tepat ke wajahku.

**
**

Label:


0 comments
20:35


Profile
hanya seorang anak kecil, yang senang duduk di genteng -- melihat awan, menebak bentuknya -- melihat cakrawala senja, jingga kebiruan -- melihat bintang, dan lampu kota -- sendiri, tapi tak merasa sendirian.


Archive
Januari 2009
Februari 2009
Agustus 2009
Juli 2010
Agustus 2010




Scream
i am not allow anyone to speak out in here


Exit
another side of me


Credits
The Designer